Senin-Jum'at: 07.30 - 21.00 Sabtu : 08.00 - 16.00 Minggu: 08.00 - 16.00
081381752588
081381752588
Jumlah = pcs
Keranjang

Mimbar Masjid Ukiran Jepara Kayu Jati Solid Model Terbaru dan Terlaris

Mimbar Masjid Ukiran Jepara Kayu Jati Solid Model Terbaru dan Terlaris
Kategori Mimbar Atap Kubah, Mimbar Masjid, Mimbar Masjid 2020
Di lihat 57 kali
Harga Rp (Hubungi CS)

Tips Merawat Mimbar Masjid Ukiran Jepara – Ukiran khas Jepara merupakan salah satu karya seni khas Indonesia yang memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Biasanya karya seni tersebut menggunakan bahan kayu jati karena lebih mudah dibuat sebagau furnitur atau sejenisnya. Peminatnya pun kini ada yang berasal dari luar negeri. Hal ini membuktikan bahwa hasil karya tersebut sangat unik dan berbeda.

Karya tersebut dapat diaplikasikan pada berbagai jenis barang dan furnitur seperti lemari, meja, kursi, hiasan dinding, ataupun pada mimbar masjid. Salah satu barang yang sering digunakan ialah mimbar masjid. Benda ini tentunya sangat diperlukan pada sebuah masjid. Banyak kegiatan ibadah yang memerlukan benda yang satu ini terutama untuk ceramah dari para Mubaligh.

Mimbar masjid ukiran Jepara dapat dengan mudah Anda jumpai di hampir setiap masjid. Hasil karya dari Jepara ini lebih banyak diminati karena hasilnya yang rapih, kuat, serta ukirannya yang khas dan detail. Selain itu, bentuk dari karya seni ini juga tidak terlalu berlebihan untuk diaplikasikan pada sebuah mimbar.

Walaupun tidak digunakan setiap hari dan setiap saat, benda ini juga sangat perlu dirawat agar tetap awet dan tahan lama. Terlebih harga dari benda tersebut tidaklah murah dengan bahan kayu yang khas disertai ukiran yang indah. Sehingga, sangat disayangkan jika benda ini tidak dirawat oleh Anda atau para pengurusnya.

Perawatan untuk mimbar masjid ukiran Jepara tidak sembarangan. Perawatannya harus hati-hati dan menggunakan cara yang tepat. Terdapat beberapa tips untuk merawat benda tersebut agar tetap terjaga dan tahan lama. Pertama, Anda perlu  membersihkannya secara teratur dan rutin. Proses pembersihan dapat Anda lakukan dengan mengelapnya menggunakan kain lap bersih.

Mimbar harus terbebas dari kotoran dan debu sehingga harus selalu dibersihkan. Untuk bagian ukirannya, Anda dapat menggunakan kuas kecil agar semua areanya dapat dijangkau untuk dibersihkan. Hal ini dapat meminimalisir kotoran yang menempel pada bagian kecil dari benda tersebut. Dengan begitu, mimbar dapat lebih bersih di setiap bagiannya.

Kedua, jangan bersihkan dengan menggunakan cairan yang mengandung metanol, toluen, dan acetone. Kandungan yang ada pada cairan tersebut dapat merusak bagian coating pada permukaannya. Nantinya, mimbar masjid ukiran Jepara tersebut akan berubah warna dan lebih mudah usang. Benda ini tentunya tidak akan indah dilihat.

Untuk noda yang membandel, cukup gunakan air bersih yang dicampur dengan deterjen biasa. Namun, usahakan detergen yang digunakan tidak terlalu banyak agar tidak meninggalkan bekas. Anda dapat membersihkannya dengan menggunakan lap bersih agar  noda yang menempel terangkat. Kemudian lekas keringkan kembali dengan menggunakan lap kering.

Ketiga, gunakan cairan pembersih khusus mebel (pledge). Caranya dengan disemprotkan pada permukaannya. Semprotkan seperlunya hingga merata ke seluruh bagiannya. Gunakan kain ball halus untuk mengelapnya. Kain ball ini bisa menjaga permukaannya agar tetap terjaga dengan baik dan tidak tergores. Anda dapat dengan mudah mendapatkannya di toko material.

Keempat, hindari penyimpanan di tempat yang lembab dan panas. Mimbar masjid ukiran Jepara ini biasanya terbuat dari kayu jari. Bahan tersebut sangat cocok dan lebih baik jika disimpan di tempat yang bersih, kering, dan bersuhu normal. Tempat yang memiliki kelembaban tinggi akan mempercepat proses oksidasi pada kayu sehingga bisa lebih mudah berjamur dan rayap dapat muncul di tempat tersebut.

Tempat yang terlalu panas pun tidak baik untuk penyimpanannya. Sebab, lama-lama bahan kayu bisa menjadi mudah kusam, retak bahkan melengkung akibat terlalu sering terkena panas. Jangan biarkan mimbar tersebut terkena matahari langsung. Simpanlah di tempat yang teduh namun tidak memiliki udara yang lembab agar bisa lebih tahan lama.

Kelima, Anda dapat melapisi permukaan mimbar masjid ukiran Jepara tersebut dengan kain berupa taplak atau sejenisnya. Tujuannya agar permukaannya terjaga dari goresan akibat bersentuhan dengan penggunanya ataupun dengan benda lain. Anda dapat memasang kain tersebut terutama pada bagian atasnya karena lebih sering disentuh oleh para penggunanya.

Benda ini juga berpotensi mengalami kerusakan akibat gesekan dan goresan. Untuk mencegah kerusakan tersebut, Anda bisa mensiasatinya dengan menggunakan kain tersebut. Gunakan kain yang memiliki ukuran yang sedang untuk menutupi bagian atasnya saja. Usahakan jangan menggunakan kain yang terlalu lebar karena penampilannya akan kurang enak dipandang saat dipasang pada mimbar. 

Keenam, lakukan refinishing untuk menjaga warnanya agar tetap seperti baru. Untuk benda yang terbuat dari kayu memang harus selalu dirawat dengan menjaga warnanya agar tetap cantik. Sebab, dalam kurun waktu tertentu cat pewarna bahan tersebut bisa saja akan memudar. Sehingga, Anda perlu melakukan refinishing secara berkala.

Gunakan minyak jati untuk memolesnya agar warna tetap terjaga dan tidak mudah pudar. Gunakan secukupnya dan poles pada bagian mimbar masjid ukiran Jepara tersebut secara teratur. Dengan begitu, mimbar dapat lebih awet dengan warnanya yang tetap cantik.

Tips berikutnya yaitu lakukan setiap perawatan tersebut dengan hati-hati dan penuh kelembutan. Jangan terlalu keras atau cenderung menekan bagian permukaannya saat melakukan perawatan terutama saat membersihkannya.

Proses pembersihan dan perawatan mimbar tersebut perlu dilakukan secara hati-hati dan perlahan. Hal ini dilakukan untuk menjaga tekstur dan kekuatan dari bahan ukiran tersebut agar tetap kokoh dan kuat. Proses pembersihan yang terlalu keras pun akan membuat permukaannya menjadi tergores atau meninggalkan bekas.

Mimbar masjid ukiran Jepara ini juga harus diperlakukan dengan lebih lembut. Misalnya, jika ingin memindahkannya jangan dengan cara menggeser. Apalagi jika proses penggeseran tidak menggunakan alas kain. Hal ini akan membuat sambungan dari mimbar tersebut menjadi lebih mudah rusak atau bergeser.

Lakukan pemindahannya dengan cara mengangkatnya secara hati-hati. Lakukan hal ini oleh beberapa orang agar dapat terangkat dengan baik dan hati-hati. Sebab, jika terbentur sedikit saja mungkin permukaannya dapat tergores atau bahkan patah. Jadi, pastikan Anda sangat memperhatikan hal tersebut.

Mimbar masjid ukiran Jepara ini merupakan benda yang cukup penting dan bersifat central. Sebab, ibadah di masjid terutama khutbah atau ceramah akan disampaikan oleh para Mubaligh dengan menggunakan benda ini. Penyimpanannya pun pastinya di bagian paling depan sehingga banyak orang yang akan melihat benda ini.

Jika keadaannya mulai kotor, usang, bahkan rusak tentu saja akan cukup mengganggu. Terlebih lagi setiap ibadah harus memperhatikan kebersihan serta kerapihan dari setiap benda dan keadaan disekitarnya. Rasanya kurang afdhol jika saat beribadah Anda dihadapkan dengan keadaan mimbar yang tidak terawat bahkan cenderung rusak.

Jadi, sudah menjadi tugas Anda serta pengurus masjid untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapihan masjid termasuk mimbarnya. Mimbar masjid ukiran Jepara yang digunakan bersifat unik dan khas dengan karya seni nusantara. Apalagi, penggunaannya pun untuk fasilitas ibadah. Tentu saja benda ini harus benar-benar diperhatikan serta dirawat dengan baik. Anda bisa melakukan beberapa tips tersebut agar mimbar tetap awet dan terjaga.

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)